....
   
  Selamat datang
  Bug pada pesawat PABX Panasonic KX-T7730
 
Apakah ada diantara rekan-rekan yang dikantornya diberi fasilitas telepon via PABX tapi tidak diberi akses untuk menelpon keluar? Hmmm... sangat menjengkelkan bukan...?

S
etiap kita ingin menelpon keluar kita harus menghubungi (baca: ngemis) dulu operator agar dihubungkan ke nomor yang kita tuju. Belum lagi kalau operatornya cerewet, nanya-nanya maksud dan tujuan kita nelpon ke nomor telepon yang dimaksud.
Kebetulan kantorku memasang sistem PABX dengan pesawat Panasonic KX-T7730. Nah, tanpa sengaja aku menemukan sebuah celah yang memungkinkan untuk menelpon seenak perut ke nomor yang kita tuju tanpa melalui operator. Setiap orang yang pernah memakai sistem PABX pasti tahu bahwa untuk mengambil alih panggilan dari pesawat lain kita akan diberi kode khusus, misalnya “#40”. Sehingga apabila ada pesawat lain yang berbunyi dan kita ingin mengangkat panggilan tersebut dari telepon di meja kita, cukup pijit kode ”#40” dari pesawat telepon kita, dan panggilanpun akan langsung diambil alih pesawat kita. (Kita...? Loe aza ama Kebo...! he..he..)
Satu lagi, setiap orang yang pernah memakai telpon PABX pasti akan tahu bedanya antara bunyi nada sambung PABX dan nada sambung Telkom (beda donk...! coba aja...).
Oke deh... biar nggak bertele-tele, marilah kita langsung praktekkan. Berikut ini beberapa hal yang harus kita perhatikan:
  1. Kita pastikan kalau PABX kantor kita adalah Panasonic KX-T7730 (Soalnya trik ini belum pernah digunakan di PABX jenis lain dan di TEMPAT LAIN). Tapi kalaupun tipe atau merknya ngga sama, cuek aja... siapa tahu bug ini jalan juga di PABX tsb (namanya juga usaha...).
  2. Kita mesti tahu nomor telpon kantor kita. Biasanya dalam satu sistem PABX akan terdiri dari beberapa nomor telepon, pilih aja salah satunya, kalo gagal coba lagi ke nomor yang lain.
  3. Kita mesti punya HP yang masih bisa nge-misscall ke tujuan PSTN lokal, gunanya untuk nge-misscall nomor kantor kita. Kalo ngga punya HP minjem aja dulu ke temen (Anyway... modal dikit napa...? he..he..)
  4. Kita mesti tahu kode pengambil-alihan panggilan dari pesawat lain ke pesawat kita (kalau dikantorku kodenya “#40”).
Berikut adalah cara kerjanya:
  1. Pakai HP kita untuk nge-misscall telpon kantor kita. Apabila sudah nyambung, selain di HP ada nada tunggu, pasti di ruangan operator akan terdengar nada panggil (ringtone). Kecuali kalau pesawat telepon kita berada di ruangan/gedung yang berbeda, pedoman kita hanya pada nada tunggu di HP kita saja.
  2. Begitu nada tunggu sudah terdengar (max.2 kali bunyi agar tidak keburu diangkat orang atau sang operator telpon), segera putuskan panggilan dari HP. Begitu sambungan terputus, anda mempunyai tenggang waktu sekitar 3 – 5 detik untuk menyimpan HP anda dan segera mengangkat pesawat telpon anda dan memijit kode pengambilalihan panggilan.
  3. Apabila timingnya tepat maka akan terdengar nada “niiit...!” dan Wallaaa.... Nada sambung telkom pun akan terdengar merdu. CATATAN: bila langkah ini dilakukan terlalu cepat, anda hanya akan mendapatkan nada putus dari HP kita (tut...tut...tut...) setelah nada “Niiiiit....” tersebut.
  4. Apabila nada sambung sudah terdengar, anda tinggal memijit nomor telpon tujuan kita dan silakan bicara sepuasnya.
KENAPA BEGITU....?
Dari analisa yang saya lakukan, ternyata ada delay antara putusnya sambungan HP dengan matinya nada deringl PABX. Ini terbukti, ketika saya melakukan misscall dari HP saya, nada dering PABX masih saja berbunyi walaupun sambungan dari HP saya sudah terputus. Dengan kata lain, walaupun sambungan sudah putus, namun untuk beberapa saat PABX masih membuka gerbangnya bagi siapa saja yang ingin mengabil alih panggilan tersebut. Sehingga ketika pada saat delay itu ada salah satu pesawat client yang melakukan pengambil alihan panggilan maka central PABX akan memberikan akses penuh line telpon kantor terhadap pesawat client tsb. Akibatnya, line telpon yang sudah bebas tadi akan bisa digunakan secara remote dari pesawat tersebut.
Kejadian ini mungkin saja terjadi karena kelemahan pada penyetingan delay time dari putusnya panggilan dan matinya service pengalihan panggilan. Kalau memang setting-an nya terdapat pada pesawat Panasonic KX-T7730 maka kelemahan ini akan dapat segera diperbaiki. Tapi kalau memang tidak ada, maka ini akan menjadi bug permanen pada pesawat PABX tipe tersebut, dan boleh jadi hal ini terjadi pada pesawat PABX tipe dan merk yang lainnya.

REVISI:

Ada satu hal yang saya pikir sangat krusial yaitu Pesawat PABX Panasonic KX-T7730 disini ternyata hanya bekerja sebagai call controler, sedangkan type PABX servernya adalah KX-TA308 atau KX-TA616. Saya baru menyadari hal ini setelah saya membaca manual book-nya. Berikut adalah bagan koneksinya:

 

SERVER ====> CONTROLER ====>CLIENT

KX-TA616 KX-T7730 Telepon Biasa

 

UPDATE:

  1. Cara ini dapat dilakukan kapan saja selama 24 jam, walaupun PABX tersebut telah diprogram untuk tidak bisa menelpon keluar pada jam-jam tertentu (time restriction).
  1. Dengan menggunakan splitter kita bisa melakukan koneksi internet telkomnet instan; caranya cabang yang satu dihubungkan ke telpon, sedangkan cabang yang satunya dihubungkan ke modem PC. Setelah Line bebas kita dapatkan dengan trik tersebut; kita langsung dial telkomnet Instan dari PC kita. Segera setelah Internet tersambung, baru gagang telponnya kita simpan (inga... inga... gagang telpon jangan dulu disimpan sebelum modemnya mendial telkomnet instan).

 

Thanks ya... Mudah-mudahan berguna

 
   
 
=> Do you also want a homepage for free? Then click here! <=